Venue Bisbol GBK Memenuhi Standar Internasional *Hasil Inspeksi Federasi Bisbol Asia

Venue Bisbol GBK Memenuhi Standar Internasional
*Hasil Inspeksi Federasi Bisbol Asia

Pengurus Besar Persatuan Bisbol dan Sofbol Seluruh Indonesia (PB Perbasasi) patut berbangga karena dua venue bisbol baik yang berada di Kompleks Gelora Bung Karno maupun di Rawa Mangun dinyatakan telah memenuhi standar internasional dan layak digunakan untuk menggelar pertandingan pada Asian Games 2018, Agustus mendatang. Bahkan tim inspeksi dari Federasi Bisbol Asia dan perwakilan dari Jepang serta Korea Selatan juga memuji kualitas rumput di venue bisbol dan menyebutnya sebagai rumput terbaik di dunia.

Inpeksi venue bisbol oleh BFA dan perwakilan Jepang serta Korea adalah bagian dari rangkaian kegiatan seleksi dan kejuaraan internal yang digelar PB Perbasasi di Stadion Bisbol GBK, mulai 1-5 Mei. Seleksi diikuti sebanyak 27 pemain. Ke-27 pemain bermain di empat tim yaitu Harimau, Badak, Komodo dan Jatayu. Tim Harimau keluar sebagai juara dalam kejuaraan internal dengan mengalahkan Badak, 4-3 pada babak final, Jumat (4/5).

“Alhamdulillah para penginspeksi yang terdiri dari dua orang penilai dari BFA, satu dari Jepang dan empat dari Korea Selatan, semuanya memberikan penilaian yang baik terhadap venue bisbol di GBK. Bahkan kata mereka, mereka saja yang memiliki tim besar tidak punya stadion bisbol sebagus stadion bisbol di GBK dan Rawa Mangun. Ini ajaib. Karena sebelumnya mereka sempat berpikir Indonesia tidak akan bisa bikin,” ujar Wakil Ketua Umum PB Perbasasi, Leo Agus Cahyono kepada wartawan di Jakarta, Jumat (4/5).

“Mereka memberika applause terutama buat rumputnya. Mereka bilang rumputnya paling bagus, nomor satu di dunia,” imbuhnya.

Selain rumput, penempatan ambulan sebagai bagian dari fasilitas media pertandingan juga mereka suka. Begitu juga dengan padding atau karet pelatis tembok stadion. Sudah setuju sekali. Tidak ada masalah soal ketebalan dan tingginya dinilai sempurna. Skornya seratus. Di atas 90 persen sudah dinyatakan lulus verifikasi,” tambah Leo.

Mengacu pada hasil inspeksi yang memuaskan, lanjut Leo, maka kini tugas dari PB Perbasasi tinggal perawatan saja.

Satu-satunya catatan yang diberikan oleh para penginspeksi adalah soal lampu penerangan stadion. Pasalnya, sejauh ini stadion bisbol di GBK dan Rawa Mangun belum dilengkapi dengan lampu.

“Tetapi mereka akan happy pada 15 Juli mendatang saat kita finishing tes lampu,” ujar Leo.

“Bersamaan dengan finishing tes lampu, PB Perbasasi akan menggelar turnamen pada malam hari yang bakal diikuti empat tim dari dalam dan luar negeri. Karena pada saat itu sudah masuk tahap pengujian broadcast. Dan yang bakal datang bukan hanya dari Asia karena dipastikan dari federasi bisbol dunia (WBFC),” tambahnya.

Seleknas

Pada kesempatan yang sama, Pelatih Kepala Timnas Bisbol Putra Indonesia, Lukmanul Hakim melalui seleknas tahap kedua kali ini pihaknya telah mengantongi 24 nama-nama pemain yang dinilai layak dan mumpuni.

“Kami sudah dapatkan nama-nama pemain yang dinilai layak memperkuat Timnas Bisbol Indonesia pada Asian Games 2018 mendatang. Tinggal disahkan saja. Mudah-mudahan kami tidak salah. Kami yakin itu yang terbaik,” tandas Lukmanul.

Selanjutnya, 24 pemain terpilih akan kembali menjalani persiapan menuju Asian Games 2018 dengan mengikuti Training Camp tahap kedua di Lampung.

“Kemudian sebelum berlaga di Asian Games 2018, mereka akan kami ikutsertakan dulu dalam Kejuaraan Asia di Hongkong pada akhir Juli mendatang,” pungkas Lukmanul.

Baca Juga

PB Perbasasi Gelar Uji Coba Venue *Jelang Asian Games 2018

PB Perbasasi Gelar Uji Coba Venue *Jelang Asian Games 2018 Pengurus Besar Persatuan Bisbol dan …

‘Terkam’ Badak, Tim Harimau Juara Test Event Bisbol Asian Games 2018

‘Terkam’ Badak, Tim Harimau Juara Test Event Bisbol Asian Games 2018 Tim Harimau keluar sebagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *