Binaragawati Debi Sisilia Yang Tua Yang Berprestasi

BERITASPORT.CO, Siapa bilang hanya yang muda yang bisa mengukir prestasi? Siapa bilang di usia tua tak lagi bisa berprestasi? Debi Sisilia sudah membuktikannya. Di usianya yang sudah menginjak 37 tahun, perempuan asal Nganjuk, Jawa Timur ini tetap mampu mengukir prestasi gemilang yang mengharumkan nama bangsa dan negara.

Dengan gemilang Debi meraih dua medali yaitu perak dan perunggu saat tampil di kontes binaraga Muscle War 2017 di Singapura, Januari silam.

Medali perak direbutnya dari kelas bikini open sedangkan perunggu dari kelas super model. Dari tiga katagori yang diikutinya, Debi hanya gagal di katagori sport model open.

“Saya kalah atas atlet Malaysia. Karena otot tangannya basah sedangkan saya kering,” tuturnya.

Keikutsertaannya di ajang ini merupakan apresiasi dari Persatuan Binaraga dan Fisik Indonesia (Perbafi) atas suksesnya menjuarai kontes binaraga di Jakarta pada 2015.

Bangga

Perempuan kelahiran Jailolo, Maluku Utara ini mengaku bangga karena masih bisa berprestasi
meski usianya tidak muda lagi.

Debi memang pantas berbangga karena perjuangan dan pengorbanannya sangat besar sampai bisa meraih perak dan perunggu di ajang tersebut.

Selain harus melakoni latihan ekstra keras dua kali sehari (pagi dan sore) selama kurang lebih 1,5 sampai 2 jam, dia juga dituntut untuk diet ketat jelang lomba.

“Enam bulan jelang lomba saya harus menjalani diet ketat. Tidak bisa makan sembarangan. Makanan yang saya konsumsi harus yang berprotein tinggi dan menghindari garam gula dan minyak,” beber Debi yang sehari-hari berlatih di Arjuna Gym, Nganjuk, Jawa Timur.

Menu sarapannya ayam yang dikukus plus buah apel. Sedang makan siang perlu tambahan karbohidrat berupa ubi atau nasi merah, lauknya tetap ayam ditambah tempe dan tahu.

“Makan malam juga seperti itu, ayam dan buah,” terangnya.

Saking disiplinnya soal makan, Debi bahkan sampai membawa bekal sendiri saat suami dan anak-anaknya mengajak makan di luar rumah.

“Tetapi sesekali saya langgar juga. Terutama pantangan ngemil dan mengkonsumsi makanan manis. Saya kan paling engga tahan kalau sudah melihat donat dan kue bolu,” ujar Debi sambil tertawa.

Tetapi besoknya Debi harus berlatih ekstra keras untuk memulihkan fisiknya akibat melanggar pola makannya.

Debi mengaku sangat bersyukur karena suami dan anak-anaknya terus mendukung. Mereka tidak pernah keberatan ditinggal latihan ataupun bertanding ke luar negeri.

Mei mendatang Debi kembali akan tampil di Singapura. Dia berencana turun di kelas yang sama seperti di ajang Muscle War.

Debi pun mengusung target maksimal dapat merebut emas.

Baca Juga

Tim Paralayang Indonesia Sukses Raih Prestasi Dunia

Beritasport.co- Tim Paralayang Indonesia mencetak prestasi di Piala Dunia Ketepatan Mendarat (Para Gliding Accuracy World …

Final Four Proliga : Tim Putri Elektrik PLN Bungkam Popsivo

Beritasport.co- Tim putri Jakarta Elektrik PLN sukses meraih kemenangan di laga perdana babak final four …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *