BeritaSport-Pelatih Timnas U16 dan U19 , Fachry Husaini, dengan mata berkaca kaca dan suara terbata bata tak dapat menyembunyikan rasa kecewanya terhadap pembubaran tim nasional Indonesia U-16 dan U-19 dan mengatakan timnas muda binaannya hancur mental oleh situasi ini

“Situasi ini sangat menyakitkan, baik untuk seorang pelatih maupun pemain yang telah mengorbankan segalanya untuk timnas,” ujar Fachry di kantor PSSI, Senayan, Jumat (12/6). “Kami harus kalah dengan situasi yang kami sendiri tak mungkin bisa mengalahkannya.”

Indonesia sendiri tak dapat berpartisipasi di ajang sepak bola internasional, setelah FIFA memberikan sanksi pada PSSI akhir Mei lalu. Salah satu ajang yang tidak bisa diikuti Indonesia adalah kualifikasi Piala Asia U-16 dan U-19 2016 yang undiannya  berlangsung di markas AFC, Malaysia, pada Jumat (5/6).

PSSI akhirnya Jumat ini (12/6) resmi membubarkan tim nasional junior.Dibubarkannya Timnas U-16 dan U-19 terjadi di tengah polemik yang menyandera PSSI dan Kementrian Pemuda dan Olah raga (Kemenpora). Seperti kita ketahui, Menpora Imam Nahrawi menandatangani SK Pembekuan PSSI pada 17 April 2015 lalu yang menyebabkan roda organisasi PSSI tidak berjalan.

Menyikapi hal tersebut, Fachry menuntut tanggung jawab dan solusi yang akan diberikan pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) selaku pihak yang ditengarai menyebabkan jatuhnya sanksi FIFA.

“Selama ini Menpora mengatakan siap bertanggung jawab. Ijinkan saya untuk meminta tanggung jawab dan  solusi yang selama ini sering saya dengar dari Kemenpora. Solusi apa yang mereka tawarkan pada 26 pemain timnas U-16 dan 26 pemain di timnas U-19?” tanya Fachry melanjutkan. “Hancur semua harapan dan kesempatan mereka karena situasi ini.”

Fachry sendiri menyatakan dirinya akan memberitakan kabar ini secara pribadi kepada 52 pemain yang ia bina.

Namun, menurutnya, kekecewaan anak-anak yang bergabung bersama timnya mungkin tidak akan pernah terobati. “Mereka (Kemenpora) bisa mengecewakan saya, tapi mereka tidak akan dapat termaafkan oleh 52 anak yg telah kami persiapkan jauh jauh hari ini,” ujar Fachry menambahkan.